Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Entrepreneurship @ Sufehmi.com

DompetJebol.com

December 22nd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Ketika sedang memeriksa Kronologger.com, saya baru menyadari keberadaan sebuah link - DompetJebol.com ? Apa itu ?

Dari frontpage nya, DompetJebol.com adalah :

Layanan microblogging gratis yang berguna untuk mencatat data pengeluaran anda sehari - hari. Posting setiap pengeluaran anda dan lihat apa komentar orang lain.

Is this what I’ve been looking for years …..??

Sejak masih menggunakan Franklin REX PC, kemudian Psion 5mx, dilanjutkan dengan Nokia Communicator 9210, lalu Nokia Communicator 9500 dan kini Nokia E70 dan laptop saya; selalu berusaha untuk mencatat pengeluaran saya di PDA / smartphone / laptop saya.

Semua usaha ini selalu gagal, karena semua software yang saya temukan berbelit-belit dan/atau tidak praktis untuk digunakan dan/atau memiliki berbagai keanehan.
Akhirnya selalu mengandalkan ingatan saja. Namun, kadang jadinya ada yang terlupa untuk dicatat.

Bagaimana dengan DompetJebol.com ?

Posting / mencatat pengeluaran : melalui http://dompetjebol.com/m/posting.php, muncul halaman yang ringkas dan hemat bandwidth. Nyaman diakses dari handphone.

Kita memasukkan data-data yaitu (1) jumlah pengeluaran (2) kategori pengeluaran (3) keterangan, dan klik tombol “Posting”.
Yeesssssss! Super mudah & cepat :D

Rekap / laporan pengeluaran : cukup klik di link Journal-Ku

Maka kemudian akan muncul total pengeluaran selama ini, hari ini, dan bulan ini. Berikut dengan detail selengkapnya.
Dan tetap dalam format yang ringkas, sehingga cepat diakses dari handphone / pda.

That’s it ! Simple & to the point.

Saat ini DompetJebol.com sudah di bookmark di handphone saya :)

Mudah-mudahan nantinya bisa juga di update via sms, misal : “kron post DJ 250000 beli cemilan” ;)

Terimakasih sekali lagi kepada Kukuh untuk aplikasi web nya yang bisa membantu saya. Mungkin ada beberapa masukan kecil saja untuk DompetJebol.com :

(1) Tags : pada saat ini pengeluaran dipilah berdasarkan kategori yang sudah fixed. Mungkin bisa juga alternatifnya adalah berdasarkan tags, yang bisa di definisikan sendiri oleh masing2 pengguna

(2) JurnalKu : pada saat ini belum ada pilihan tampilan per Kategori (atau tags, jika nanti ada fasilitas tags). Yang sudah ada adalah total semua, total bulan ini, dan total hari ini.

Semoga situs ini bisa terus semakin sukses !

Reality Tours - tourism with difference

March 15th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Tourism is a huge business. Some countries are almost solely depending on it. For other countries, even though they have other revenue streams, tourism is still big. China for example, enjoyed an income of US$ 137 billion on 2007 from tourism alone.

Imagine when a portion of this money is spent on the poorest areas instead.

That’s what Reality Tours (Wired.com called it Poverty Tours) can do.

First time I heard about it is in that Wired article linked above. Actually I have thought about it, but for my own family. I asked my wife to think about & arrange visits to poor areas with the kids. This will help to expand their horizon.
Last time we went around, my kids were surprised that there are houses with no (ceramic) floor. There are houses with no electricity, no taps. There are people who had to walk very far, just to get a bucket of water. And so on.
We took too much for granted, this makes us less grateful at times, and I aim to fix that.

This Reality Tours idea expanded it for others. This is truly brilliant.
For the tourists themselves, this would not be only fun, but also an eye-opening experience.
Visiting the poorest areas is a totally different experience than your standard holiday, where the aim are just for fun - and nothing else. They will find out totally different things. They will see humanity in all sorts of conditions - and still thriving.

Some of my best mentor are the poorest ones. It’s amazing to see them always smiling, while facing hardships daily. Actually it may be only my opinion, because they doesn’t seem to think of their problems as hardships. They are able to enjoy life in any kind of situation.
Simply beautiful.

Us ? We are stressed when the roads are jammed. We are panicked when the computers are down. We don’t know what to do when the internet access is disconnected.
I am always humbled whenever I met with these great people.

Also I noted that spending is only an instant gratification. It tires you SO much later - so much stuff, what to spend next, where, how, etc. Especially spending on a holiday. At the end of it, sometimes you were left gobsmacked - did I bought all of that? what for? How much ??? And so on.
But, when you’re spending on something that you know are helping others, the effects are so much more lasting. It seems that this is the way the deepest core of humanity were coded.
This is what Reality Tours are offering - a truly refreshing experience. Unlike normal holidays, which may left us tired at the end, and made us unhappy to go to work at the next day (seems familiar?).
The new horizons gained from the Reality Tours will energize us, and brings out the best from us. You don’t aim for fun in these tours, but trust me, you will have a lot of it, and will be enjoying it for a lot longer.

In Indonesia, however, I don’t think you can bring foreigners into the deepest slums in Jakarta. Probably in some areas, but generally this can be very dangerous. Unless you know the people and the gangs in that slum very well.

A much better destinations would be the countryside. The landscape are beautiful, and the people are far more graceful.
A taste of this may be enjoyed in JAM (Jika Aku Menjadi), a unique TV programme created by the well-known Satrio Arismunandar. In its episodes, an urban dwellers will be selected and then taken to a family at the countryside to live there for some time.

A truly touching example is the episode where the actress lived in a duck herder’s family. It’s very hard to imagine a family of 5 living on a cup of rice - for 2 days.

Yet they’re still happy, and they’re grateful with what they have. Imagine how joyful they were when someone gave them Rp 1 million (about US$ 90), so they were able to increase the size of their herd.

It’s a truly humbling experience, and makes you realize about things that really matters.

So, if you’re going to arrange Reality Tours, let me know. If it’s any good, we’re signing up.

ISNET, Starbucks, dan Kekuatan Brand

October 31st, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Tadi malam saya meeting dengan beberapa kawan-kawan ISNET seputar revitalisasi organisasi yang termasuk paling senior di Internet ini (ISNET sudah exist di Internet sejak tahun 1989). Kami berkumpul di The Financial Club (Graha Niaga), setelah pak Budi Rahardjo selesai memberikan presentasi di acara BoykeMinarno.com.

Ada beberapa kawan-kawan ISNET lainnya seperti pak Laurel, mas Pungkas, mas Sindhu, dan mas Deden. Diskusi berlangsung cukup panjang, dan kami cukup sepakat bahwa pondasi Isnet ada pada infrastruktur IT nya, jadi ini yang musti dibenahi terlebih dahulu. Berikut juga perlu dibuat proposal untuk sustainability & pengembangannya di masa depan. Kemudian saya kebagian tugas untuk memformulasikan draft proposal tersebut, untuk kemudian dikirim ke para hadirin meeting & di matangkan lebih lanjut.
Acara berlangsung sampai sekitar pukul 23:30, sebelum kemudian kami pamit ke rumah masing-masing.

Sekitar pukul 01:00 saya iseng-iseng membuka Planet Terasi, lha ternyata pak Budi sudah nge-blog duluan soal pertemuan tersebut :) bapak yang satu ini memang luar biasa semangat bloggingnya. Salut !

Saya tidur sekitar pukul 02:00, bangun sekitar pukul 04:00, lalu setelah selesai berbenah kemudian berangkat ke lokasi client di Cikini. Meetingnya pukul 10:00, tapi saya sengaja berangkat lebih awal, supaya bisa bekerja dulu di lokasi; di parkir mobil dengan memanfaatkan adaptor universal yang ditancapkan ke colokan pemantik rokok di mobil.
Di perjalanan saya baru sadar, lho kok adaptornya tidak ada di mobil ? Ternyata, adaptor tersebut ditaruh di rumah oleh istri. Maka kemudian saya membelokkan arah mobil ke Starbucks (summoning spell : Koen.co.ro) 24 jam di Sarinah, dan mulai membuka laptop saya disitu.

Saya jadi teringat pertanyaan retorik pak Laurel pada pertemuan Isnet tadi malam.
Kok Starbucks bisa charge kopinya, yang made in Indonesia, seharga Rp 50.000; sedangkan warung kopi ibu beliau, yang sama-sama di Indonesia, cuma mengenakan Rp 5000 untuk beberapa orang ?

Ada beberapa faktor yang saling berkaitan dalam hal ini.

Pertama, lokasi.
Hampir bisa dipastikan bahwa semua outlet Starbucks berada di lokasi yang strategis & mudah dijangkau. Lokasi adalah salah satu faktor paling penting dalam bisnis.

Kedua, visibility.
Ketika banyak warung kopi lainnya menampilkan papan nama yang kecil & tersembunyi, Starbucks (dan brand-brand lainnya) menampilkan logonya dengan ukuran raksasa & sevulgar mungkin.
Jika kebanyakan customer anda adalah pengendara / mobile, yang akan melintas dengan kecepatan sekitar 10 meter per detik, hanya ada waktu sepersekian detik bagi ybs untuk melihat papan nama usaha Anda. Make that count.
The big brands ini selalu berani menginvestasikan banyak uang agar menjadi visible, dengan hasil yang juga sudah bisa kita tebak.
Brand yang visible juga jadi memperbesar kemungkinan mereka untuk diingat customer ketika customer sedang memikirkan layanan yang mereka butuhkan tsb.

Dari 2 ini saja, seringkali sudah cukup untuk menjamin kesuksesan bisnis.
Sebagai contoh, saya pribadi lebih senang makan klenger / blenger burger daripada McDonald / KFC / dll. Burger McDonald terus terang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan blenger burger.
Namun, karena mereka sering bermasalah pada 2 poin di atas, sehingga akhirnya seringkali lagi-lagi kami sekeluarga nyangkut lagi di big brands tsb.

Tapi, big brands tidak berhenti disitu saja. Ada segudang lagi trik di kantung mereka.

Seperti uniformity. Jika seseorang menyebutkan / saya memikirkan brand Starbucks, maka saya tahu bahwa saya akan menemukan :

1. Lokasi yang nyaman & representatif untuk meeting dengan client
2. Bebas asap rokok
3. Staf yang ramah
4. Kopi yang mahal (ha ha)
5. Colokan listrik untuk laptop & HP saya.
6. Air conditioned
7. Dll

Kepastian pada gilirannya memberikan kenyamanan. Bahkan kalaupun produk yang ditawarkan sebenarnya inferior dari kompetitornya - karena kita sudah tahu akan menemukan produk yang inferior tersebut, maka jadinya sudah menurunkan ekspektasi kita sendiri sebelum tiba di lokasi ;)

Jadi, kapan kiranya saya bisa mulai meeting di salah satu franchise Setarbak Kopi, dan tidak lagi di Starbucks ?
Hayo, jangan mau kalah dengan para big brands ini. Mari …

Blogging to your success

August 20th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Di milis muslimblog, ada seorang kawan yang mengeluh sulitnya menjadi penulis. Bagaimana penulis tidak diapresiasi,tidak mendapat kompensasi yang layak, sulit untuk dapat “menjual” tulisannya.

Saya mencoba memberi solusi sambil menyemangati. Saya berbagi cerita, bagaimana kini saya justru mendapatkan banyak tawaran menulis. Padahal dulu saya sempat lama gagal mempublikasikan berbagai tulisan saya.

Sedikit latar kisah, ketika masih SMA/kuliah saya sudah senang menulis. Tulisan saya pernah dimuat di Mikrodata (RIP), Info Komputer, majalah kampus, dll. Setelah beberapa waktu, saya bekerja di Birmingham City Council, saya mulai memiliki waktu senggang dan ingin mulai menulis lagi. Tapi, saya tidak berhasil menemukan jalur untuk memasukkan tulisan saya tersebut.
Jadi, lalu saya teruskan saja nge-blog seperti biasa. Memang saya dasarnya hobi menulis, jadi enjoy saja.

Oh ya, pada awalnya saya membuat pangsit.com (kini domainnya sudah diserobot oleh registrarnya sendiri, alamak), modelnya seperti slashdot.org. Lalu kemudian saya membuat blog engine saya sendiri di pangsit.com/misc/weblog.php3 kalau tidak salah (deuh extensionnya euy masih php3, he he).
Belakangan saya baru pindah ke wordpress, di situs yang sedang Anda lihat ini. Jadi saya sudah nge blog kira-kira selama 6 tahun.

Nah, sekitar 2 tahun terakhir ini ada suatu hal yang menarik. Saya cukup sering mendapatkan tawaran untuk menulis di berbagai media ! Lebih banyak daripada yang bisa saya penuhi pada saat ini. Belum lagi tawaran untuk bekerja diluar negeri - Singapura, Amerika, dll. Sudah ada juga yang menawarkan membuat buku, tapi waktu saya sama sekali belum ada untuk ini.
Penasaran lah jadinya. Lalu saya coba korek-korek, darimana mereka tahu saya ?

Ternyata, dari blog saya ini. (dan juga pangsit.com, dan harrysufehmi.com).
Bengong juga jadinya. Merasa agak bersalah karena pada saat ini banyak yang belum bisa saya penuhi requestnya. Yang bisa saya oper, saya coba oper ke ke kawan-kawan lainnya. Yang tidak bisa, ya sudah mau diapakan. Beberapa kali ada yang kemudian saya follow-up, jika waktu sedang memungkinkan.

Ternyata tidak hanya saya sendirian yang menemukan ini. ComputerWorld UK juga menulis bahwa “Blogging can boost your career“.

Jadi, tunggu apalagi? Mari kita nge-blog dengan semangat !

Kutipan dari milis muslimblog @ egroups.com :

On 7/25/07, Yon’s Revolta wrote:
> Terharu, bercampur senang, tapi ada sedikit rasa sedih. Ya, ketika seorang teman memberikan kabar dalam dalam sebuah forum “Jual Novel Untuk Menikah”. Terharu dan senang ketika mendengar kabar itu. Sebuah kebahagiaan tersendiri ketika dia akan bersegera menjemput bidadarinya. Rasa sedih muncul ketika membayangkan nasib penulis di negeri ini yang kadang banyak tidak beruntung. Tidak bisa hidup layak. Saya tak tahu tentang “nasib” seorang teman itu. Mungkin, itu satu-satunya jalan baginya untuk mendapatkan rupiah, bekal menikah kelak.

Jadi penulis itu memang sulit. Pekerjaannya menyenangkan (bagi yang hobi), tapi di Indonesia sulit untuk dijadikan mata pencaharian. Lha, di luar negeri saja yang sukses juga tidak banyak kok, masih JAUH lebih banyak yang gagal.

Karena itulah beberapa tahun yang lalu saya memutuskan untuk menjadikan menulis sebagai kegiatan sampingan dulu. Rencananya suatu saat nanti ini yang akan menjadi kegiatan utama saya, tapi bukan sekarang.

Sekarang adalah waktu untuk berbagi melalui media blog, sambil membangun jaringan & kredibilitas.

Well, at least demikian rencananya.
Tapi apa yang terjadi?

Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan hasilnya.

Saat ini saja, tawaran menulis sudah bermunculan sendiri. Kekuatan blog memang luar biasa… rata-rata tawaran tersebut datang karena mereka menemukan tulisan di blog saya ! Saya cuma bisa tercengang sendiri.
Godaan untuk menulis jadi sangat besar, tapi pada saat ini saya sedang fokus untuk mensukseskan gerakan open source di Indonesia dulu. Kalau dibawa nafsu, maunya sih menulis saja sepanjang hari :-)

Jadi ?

1. Bangun jaringan. Situs penulis-lepas nya mas Jonru saya kira sudah menuju ke arah yang sangat tepat, dan juga lain-lainnya.

2. Nge-blog dengan penuh semangat ! :-)

3. Profit !
Di dunia & akhirat (insyaAllah)

Semoga sukses.

Salam,
Harry

Bazaar @ Taman Permata 2 (Bintaro)

April 28th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Akhirnya hari ini tiba - saatnya berjualan ! Anak-anak bangun dengan antusias dan segera mandi. Papanya baru sadar bahwa masih ada daftar harga yang belum dicetak, dan buru-buru mempersiapkannya sebelum bazaar dimulai :P yaitu pukul 08:00

Beberapa minggu yang lalu kami cukup terkesan menerima undangan untuk mengikuti bazaar di kompleks kami yang kecil ini. Memang warga disini cukup kompak, dan inilah salah satu hasilnya. Kami segera mendaftar. Lalu saya katakan kepada Helen, bahwa ini kesempatan kita untuk mulai memperkenalkan dunia “nyata” kepada anak-anak, yaitu bidang perdagangan. Kami sepakat, dan mulai mempersiapkannya.

Yang akan dijual rencananya adalah “biskuit pelangi”. Semacam adonan kue lidah kucing, namun lebih tebal, dengan bentuk yang bermacam-macam dan menarik. Lalu di atasnya diwarnai dengan menggunakan coklat cair berwarna-warni. Rasanya? Walaupun yang membuatnya anak-anak, tapi tidak kalah dengan Famous Amos (I’m highly biased, of course :D tapi betulan enak kok!)

Akhirnya pukul 08:00 pagi pun tiba. Meja kami sudah siap. Ada spanduk di depan meja yang menjelaskan dengan gamblang bahwa hasil penjualan akan 100% disumbangkan, … err, untuk uang saku anak-anak ini :D

Anisah & Sarah sudah duduk manis, siap menyambut pembeli pertama :
siap berjualan

Sekitar pukul 08:20, akhirnya, pembeli pertama !
bazaar tp2 - penglaris

Setelah itu bazaar terus semakin ramai :
bazaar tp2 - makin ramai

Ternyata, panitia mengundang sebuah perusahaan pemilik bouncy castle raksasa. Sorak sorai gembira anak-anak mengundang makin banyak warga kompleks dan sekitarnya. Suasananya menjadi makin padat !
bazaar tp2 - makin ramai

Laris manis… akhirnya, hanya tersisa satu buah lagi biskuit pelangi. Sementara titipan dari nenek juga terjual dengan cukup cepat :

What a day.

Lessons learned :

  • Persiapkan aktivitas pengisi waktu senggang. Waktu bazaar yang cukup lama tidak selalu sibuk melayani pembeli. Seringkali kita cuma duduk menunggu. Jika ada kegiatan (contoh: cetak beberapa halaman permainan matematika Sudoku, kuis “berhadiah”, beberapa lembar halaman dari Wikipedia / Damn Interesting.com, dst), maka mereka akan dapat lebih menikmati kegiatan ini.
  • Berikan anak-anak jatah uang saku untuk acara tersebut. Kalau tidak, maka mereka akan jadi terus meminta kepada kita (karena banyak stand yang menjual berbagai pernak-pernik yang menarik untuk anak kecil) selain juga karena mereka bosan (lihat poin sebelumnya)

Sampai ketemu di bazaar berikutnya !

Undangan menulis buku dari Lembaga Penerbit FE UI

April 27th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Lembaga Penerbit FE UI (LPFEUI) mengundang para penulis untuk menerbitkan buku di LPFEUI.

Kami menerima naskah baik buku Teks Kuliah, Komputer, Manajemen, Psikologi, buku umum populer, buku agama, novel, kumpulan cerpen, dll.

Dengan kekuatan jaringan di seluruh Indonesia (seluruh Toko buku Gramedia, Gunung Agung, Kharisma Aksara Media, Toko Buku Utama, Kinokuniya, NewsStand, Togamas, Uranus, Tiga Serangkai, Sosial Agency, Toko Buku Kampus, BBC, Direct Selling, Agen, Distributor dan Toko-Toko Buku diseluruh Indonesia) memastikan pemasaran buku yang kami terbitkan.

Disamping itu kemampuan desainer dan layouter kami menjadikan penampilan buku anda menarik dimata konsumen.

Selain itu, lini percetakan yang kami miliki menambah kekuatan kami dalam produksi buku dengan cepat dan harga dasar buku terendah.

Kami dapat dihubungi melalui telepon (021) 31930252 atau melalui HP saya (Dwi Wibowo) 08129809361, atau email dwiwibowo@yahoo.com. Saat ini kami sedang melakukan konstruksi website kami di www.LP-FEUI.com

Kami tunggu partisipasi anda. Bergabung dan bekerjasama dalam LPFEUI yang terus berkembang

Salam

DWI WIBOWO
Manajer Humas dan Kerjasama
Lembaga Penerbit FEUI

Lembaga Penerbit FEUI
Jalan Salemba 4, Jakarta, 10430
Telp. (021) 31930252
Faks. (021) 3106472

KBH is the new buzzword : Result-oriented versus 9-to-5

December 9th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Suatu hari di kantor saya, pukul 13:00, Andy tiba “assalamu’alaikum” sapanya, dijawab oleh rekan-rekan di ruangannya. Andy langsung memulai pekerjaannya hari itu di mejanya. Yang lainnya meneruskan kembali pekerjaan mereka masing-masing. Saya berhenti sejenak dan menutup mata, meredakan sakit kepala setelah mengerjakan riset untuk presentasi seorang client selama beberapa jam.

Apa yang aneh disini ?

Ya, di tempat lainnya, Andy bisa dipecat karena baru tiba di kantor pukul 13:00.
Tidak demikian halnya di kantor saya. Disini, jam kerja bebas. Mau datang jam 5 sore,tidak apa. Pulang jam 8 pagi keesokan harinya ? Tidak masalah, sleeping bag juga sudah disediakan. Paling ada jadwal piket telpon, sehingga selalu akan ada yang menerima telpon pada jam kantor standar (9 - 5).

Hari ini kebetulan saya menemukan artikel BusinessWeek dengan judul Smashing The Clock. Kutipan :

… workers pulling into the company’s amenity-packed headquarters at 2 p.m. aren’t considered late. Nor are those pulling out at 2 p.m. seen as leaving early. There are no schedules. No mandatory meetings. No impression-management hustles. Work is no longer a place where you go, but something you do. It’s O.K. to take conference calls while you hunt, collaborate from your lakeside cabin, or log on after dinner so you can spend the afternoon with your kid.

Saya tersenyum simpul. Ini adalah yang telah saya lakukan sejak awal, jauh sebelum saya membaca artikel tersebut. Pada awal pendirian perusahaan, saya meluangkan sedikit waktu untuk memikirkannya, dan memutuskan kondisi kerja kantor sebagai berikut :

  • Jam kerja bebas
  • Kantor bisa diakses 24 jam
  • Masa cuti : tidak terbatas.

Satu-satunya persyaratan saya adalah : deadline tidak boleh terlampaui. Target harus tercapai.

So far so good.
(fingers crossed !)

Dasar pemikirannya sederhana - saya kira, percuma saja staf bekerja 9-to-5 kalau hatinya tidak berada di yang sedang dikerjakannya. Jangan-jangan nanti malah cuma pada chatting atau browsing Internet seharian, menunggu waktu pulang kantor. Lha ya gimana, hidup seperti ini memang berat, saya tahu karena saya juga pernah menjalankannya.
Pergi ketika jalanan macet, pulang ketika jalanan macet juga. Sampai di rumah anak-anak sudah tidur semua. Ketika libur weekend, semuanya juga sedang di tempat rekreasi yang sama. Stress 24×7. Bangun pagi dengan perasaan tertekan, membayangkan 3 jam perjalanan menuju ke kantor. Setiap hari Minggu sore mulai depresi, menyadari bahwa besok adalah hari Senin. Sounds familiar ?

Dengan KBH (Kerja Berorientasi Hasil), maka staf kami bisa bebas menentukan hidup seperti apa yang mereka inginkan. Yang tipe kalong, bisa datang jam 5 sore dan pulang jam 9 pagi :)
Ada juga yang bisa menginap berhari-hari ketika di kantor, namun libur di hari Rabu dan Kamis. Ada lagi yang di kantor hanya pada hari Rabu dan Kamis. Ada juga yang belum pernah datang ke kantor sama sekali !

Keuntungan bagi perusahaan juga besar. Ruang kantor kami tidak perlu berukuran raksasa. Jumlah komputer juga tidak perlu banyak - staf kami akan bekerja menggunakan komputer mereka sendiri di rumah dengan senang hati. Staf yang bermotivasi tinggi memungkinkan kami untuk menangani proyek-proyek yang normalnya tidak akan bisa tertangani oleh perusahaan seukuran kami.
Dan ketika target kerja selalu tercapai 100%, (tentu saja!) ini sangat membantu meningkatkan daya saing perusahaan.

Selain itu mudah-mudahan kami juga jadi berkontribusi untuk mengurangi berbagai masalah nasional; staf kami tidak turut menambah kemacetan, kami lebih banyak menggunakan daya listrik ketika beban listrik sedang rendah, akses internet banyak dilakukan ketika traffic internet Indonesia sedang rendah, staf kami meramaikan angkutan umum ketika jam-jam sepi, dan seterusnya.

Masih kecil kontribusi di atas tentunya karena kami juga perusahaan kecil. Akan menjadi lebih signifikan jika Anda juga ikut serta.
Bagaimana, tertarik ?

Tambahan:
Artikel dari NetworkWorld mengenai perusahaan-perusahaan yang sudah mengimplementasi KBH - tantangan berikutnya adalah menjaga semangat teamwork agar tetap tinggi. Ini menjadi perlu diperhatikan ketika sudah pada level seperti IBM, dimana 40% staffnya bekerja dari rumah / mana saja.

Semoga bermanfaat :)

Potensi 3G di Indonesia

November 29th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Ikhlasul Amal berkomentar mengenai 3G di blognya. Menarik, dan wajar sekali jika kita berharap besar dengan teknologi baru ini. Inikah “disruptive technology” tahun ini, seperti email & web yang kemudian merevolusi Internet ?

Sayangnya, 3G bisa jadi menjadi teknologi berikutnya yang cuma sekedar potensi, namun gagal dieksploitasi secara maksimal. Bagaimana bisa ? Bisa saja, jika justru operatornya sendiri yang mensabotasenya.

Kawan saya bercerita bahwa skema bagi hasil berbagai operator mobile phone saat ini sangat timpang, dan mencerminkan kerakusan yang menjatuhkan. Bisnis sebagai content provider (baca: aplikasi kreatif, games, dll) profitnya sangat kecil, karena sebagian besarnya adalah untuk operator.
Kalau kita lihat provider content pada saat ini, jumlahnya tidak sebanyak yang seharusnya, dan variasinya juga tidak berkembang.

Potensi 3G ada pada content. Jika digabung dengan layanan billing (yang, lagi-lagi, skema bagi hasilnya lebih bagus); maka 3G bisa menjadi suatu gebrakan besar.

Contoh yang sangat bagus dalam hal ini bisa kita lihat ke NTT Docomo, operator mobile phone di Jepang. Karena skema bagi hasilnya sangat menggiurkan, otomatis provider content bermunculan dalam jumlah yang sangat banyak. Setiap minggu ada saja inovasi baru yang muncul.
Dan walaupun sekilas kita kira NTT Docomo telah melakukan kebodohan (karena menyerahkan sebagian besar profitnya kepada content provider), namun sebetulnya justru untung besar; karena (profit kecil x volume transaksi besar) = profit besar.

Mari sekarang kita berharap agar operator-operator yang ada mau memanfaatkan momen ini (launching 3G) untuk mengevaluasi ulang skema bagi hasilnya dengan content provider.
Jika kemudian bisa diadakan skema bagi hasil yang menarik, maka bersiap-siaplah menikmati inovasi dan terobosan-terobosan baru berbasis 3G !

Sementara menunggu itu, saya menikmati dulu fasilitas video call gratis ;)

Sukses dengan berpikir berbeda

November 24th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Kemarin adalah hari Jum’at, dan untuk melakukan sholat Jum’at saya memilih sebuah mesjid yang tidak menggunakan karpet di lantainya. Tidak hanya lebih menghemat uang umat, namun juga tidak menyesakkan nafas penderita alergi debu ini.

Setibanya disana, di luar dugaan ternyata lingkungan mesjid ini adalah masyarakat yang taat agama. Walaupun saya sudah tiba cukup awal, namun saya telah didahului sekitar 100 orang.
Sekitar 6 shaf telah terisi. Tidak mungkin bagi saya untuk bisa mendapatkan tempat duduk yang paling afdhol, di depan, tanpa menyakiti / menyenggol orang lain.

Tengok sedikit, ternyata ada bagian sayap mesjid. Dan, kosong melompong.

Dengan santai saya berjalan ke sebelah sayap mesjid, dan langsung mendapatkan posisi di paling depan tanpa susah payah, atau menyusahkan orang lain.

“Kenapa yang sedang duduk di dalam mesjid tersebut tidak justru memilih shaf depan di sayap mesjid juga ?”; euh, saya tidak tahu kenapa. Saya hanya melihat kesempatan, yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain - dan saya memanfaatkannya.

Ada banyak aspek dari kreatifitas. Salah satunya adalah kemampuan untuk melihat peluang. Dan, berbeda dari perkiraan banyak orang, ini bisa dilatih.
Caranya yaitu dengan sering memaksa otak Anda bekerja.
Maka setelah beberapa waktu (dan banyak penderitaan dari sakit kepala yang cukup akut), maka Anda akan mampu melihat hal-hal yang tidak terlihat oleh orang lain.

Ketika sudah mendapatkan kemampuan ini, mudah-mudahan kemudian bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan semua pihak.

Selamat mencoba.

Blog and Get Paid :: ReviewMe.com

November 11th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Do you love writing, especially reviews, and pretty good at it ? Now, with a service called ReviewMe.com which has just been launched, you can get paid for doing it.

As with any other good Web 2.0 websites, it’s pretty straightforward.
Advertisers can browse a tag cloud of topics, and see a list of available blogs, along with its cost. Several bloggers than got chosen by the advertiser.

The selected bloggers then got notified via email by ReviewMe.com. They’ll be given information on what to write, and the deadline. Note that at this point, the bloggers can chose not to review it.

Once the review has been written, notify ReviewMe.com via the website. It’ll be then reviewed, and approved (or not). Once approved, payment will be deposited to the blogger’s account.

A new form of blog spam ? Well, I don’t think so. It’s because advertisers can NOT ask for positive reviews. Any advertiser using ReviewMe.com will better be prepared for both positive and negative reviews. This is very important, and as long as this point stays, I’ll be happy to work with ReviewMe.com. (otherwise, goodbye folks)

Actually this is better for the advertisers as well. Customers tend to be silent when they found fault with your product, and just use your competitor’s product instead. You’re left confused, as to why almost nobody is buying.
With help from ReviewMe.com, you’ll get high quality reviews from those who are concerned about the topic, and will enable you to find out the fault with your products. As a producer of several products myself, I personally think this is really great. No more scratching your head in the dark.

However, note that not all blogs will be able to join it. There are certain criterias that must be fulfilled to be accepted. Some of them, I think, are current traffic (from Alexa), Pagerank (from Google), Technorati rank, number of RSS feed subscribers; and probably a few other criterias as well.
It’s not really easy to get in, so don’t be disappointed if they can’t accept you yet. Build your blog, create good content, and who knows, they might invite you instead.

Good luck ! And oh, this is a sponsored post from ReviewMe.com.