Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Entrepreneurship @ Sufehmi.com » 2006 » June

Archive for June, 2006

Menjalankan bisnis - 2/3

Friday, June 30th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

“Menjalankan bisnis muslimah”, artikel ke 2 dari 3 seri merintis usaha muslimah, yang telah dimuat oleh majalah Alia. Terimakasih kepada redaksi majalah Alia yang telah mengizinkan publikasi ulang artikel ini disini.


Menjalankan usaha muslimah – bagian I
Oleh: Helen Sufehmi

Kata orang, memulai sesuatu adalah yang paling sulit. Pada edisi yang lalu, kita telah membahas mengenai cara untuk memulai usaha kita sendiri. Betapa berat dan pelik berbagai urusan yang perlu kita persiapkan.
Tetapi begitu usaha telah mulai berjalan – banyak orang yang terjebak. Dikiranya sudah bisa merasa lega dan mulai hidup tenang.

Kenyataannya, pada saat ini sebetulnya kita seperti seorang pendaki gunung yang sedang berada di kaki sebuah gunung. Perjalanannya masih panjang, dan penuh dengan bahaya. Jika ia lengah di perjalanannya disini, maka bisa-bisa dia terjerumus ke dalam jurang.
Demikian pula dengan kita yang baru memulai ini – sekarang belumlah saatnya untuk bersenang-senang. Pendakian kita baru saja dimulai, maka kita harus mempersiapkan fisik dan mental kita untuk suatu petualangan yang melelahkan. Yaitu menghadapi segala tantangan di perjalanan, untuk mencapai puncak gunung tersebut, dan menjadi penakluknya.

Jadi, sebetulnya apa sajakah yang perlu kita lakukan di petualangan yang satu ini ?

I.Pembukuan

Percaya atau tidak, ada banyak sekali orang yang menjalankan usaha tanpa melakukan pencatatan, yang biasa kita kenal dengan istilah pembukuan.
Akibatnya seringkali cukup mengenaskan.

Satu contoh; ada sebuah usaha dagang yang beromset milyaran rupiah, yang tiba-tiba hampir bangkrut.
Ketika diteliti, ada beberapa hal yang ditemukan :

1. Cashflow (perputaran uang) tidak lancar, karena:
a. Pembayaran kepada supplier : cash / tunai , tetapi :
b. Pembayaran dari customer : bertempo / hutang beberapa minggu
c. Lalu, sisa uang yang ada terlalu banyak tertanam di proyek-proyek “mercusuar” – ekspansi usaha yang melampaui batas kemampuan, tapi bergengsi tinggi.
2. Piutang (hutang customer) terlalu banyak yang tidak tertagih / macet.
3. Gaya hidup direktur terlalu mewah

Apakah perusahaan tersebut menjalankan pembukuan ? Ternyata ya, pakai komputer pula. Tetapi – pembukuan tersebut hanya berupa sekedar pencatatan, tidak dijadikan pedoman untuk mengambil keputusan-keputusan / mengawasi situasi perusahaan.
Walhasil, banyak tanda-tanda masalah terlewat begitu saja – sehingga terkesan bangkrutnya itu mendadak.

Nah, usaha yang menjalankan pembukuan saja masih bisa bangkrut dengan cukup spektakuler. Bagaimana kira-kira yang tidak menjalankannya ?
Bisa kita bayangkan sendiri.

“Pembukuan itu kan rumit sekali”, ini alasan yang sering kita dengar. Memang, pembukuan yang ideal, General Ledger, bisa sangat memusingkan dan merepotkan. Bahkan bagi akuntan yang berpengalaman sekali pun.
Tetapi, esensinya sebetulnya mudah – yaitu mencatat pergerakan uang. Dan ini hanya berupa 2 hal; uang masuk, atau uang keluar.

Berangkat dari sini, maka kita bisa buat pembukuan yang sederhana, khusus untuk UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

…..


Artikel selengkapnya bisa di download dari sini.

HIT got hit hard

Friday, June 9th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Di antara keributan seputar produk HIT, saya cukup terkejut ketika membaca di blog Pipit bahwa ternyata HIT sudah mengetahui pelarangan ini dari tahun 2003.

Kenyataan bahwa HIT terus diproduksi sampai akhir-akhir ini jelas adalah suatu tindakan yang tidak bermoral.
Sedangkan dari perspektif bisnis; mungkin ini adalah salah satu contoh bisnis yang sudah terperosok di comfort zone-nya, sehingga gagal bereaksi dengan cepat terhadap bahaya yang mengancamnya.

Ketika saya kemudian melakukan riset sederhana mengenai solusi alternatif untuk menangani masalah nyamuk, sebentar saja saya sudah menemukan banyak. Dan dari sekian banyak itu, tetap ada banyak yang potensial untuk diproduksi massal dengan harga setara / lebih murah daripada produk HIT. Dan, kesemuanya dari bahan alami serta aman bagi lingkungan dan makhluk hidup.
Kemarin saya sudah memesan salah satu sampelnya dari Amerika, untuk dilihat apakah bisa dikembangkan menjadi produk baru disini.

Ketika saya sendirian saja bisa menemukan ini semua dalam waktu hanya sekitar 3 jam, adalah memprihatinkan ketika produsen sebesar HIT gagal dalam tempo waktu 3 tahun.

Innovate & differentiate, or die.