Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Entrepreneurship @ Sufehmi.com » 2006 » December

Archive for December, 2006

KBH is the new buzzword : Result-oriented versus 9-to-5

Saturday, December 9th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/entrepreneurship.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Suatu hari di kantor saya, pukul 13:00, Andy tiba “assalamu’alaikum” sapanya, dijawab oleh rekan-rekan di ruangannya. Andy langsung memulai pekerjaannya hari itu di mejanya. Yang lainnya meneruskan kembali pekerjaan mereka masing-masing. Saya berhenti sejenak dan menutup mata, meredakan sakit kepala setelah mengerjakan riset untuk presentasi seorang client selama beberapa jam.

Apa yang aneh disini ?

Ya, di tempat lainnya, Andy bisa dipecat karena baru tiba di kantor pukul 13:00.
Tidak demikian halnya di kantor saya. Disini, jam kerja bebas. Mau datang jam 5 sore,tidak apa. Pulang jam 8 pagi keesokan harinya ? Tidak masalah, sleeping bag juga sudah disediakan. Paling ada jadwal piket telpon, sehingga selalu akan ada yang menerima telpon pada jam kantor standar (9 - 5).

Hari ini kebetulan saya menemukan artikel BusinessWeek dengan judul Smashing The Clock. Kutipan :

… workers pulling into the company’s amenity-packed headquarters at 2 p.m. aren’t considered late. Nor are those pulling out at 2 p.m. seen as leaving early. There are no schedules. No mandatory meetings. No impression-management hustles. Work is no longer a place where you go, but something you do. It’s O.K. to take conference calls while you hunt, collaborate from your lakeside cabin, or log on after dinner so you can spend the afternoon with your kid.

Saya tersenyum simpul. Ini adalah yang telah saya lakukan sejak awal, jauh sebelum saya membaca artikel tersebut. Pada awal pendirian perusahaan, saya meluangkan sedikit waktu untuk memikirkannya, dan memutuskan kondisi kerja kantor sebagai berikut :

  • Jam kerja bebas
  • Kantor bisa diakses 24 jam
  • Masa cuti : tidak terbatas.

Satu-satunya persyaratan saya adalah : deadline tidak boleh terlampaui. Target harus tercapai.

So far so good.
(fingers crossed !)

Dasar pemikirannya sederhana - saya kira, percuma saja staf bekerja 9-to-5 kalau hatinya tidak berada di yang sedang dikerjakannya. Jangan-jangan nanti malah cuma pada chatting atau browsing Internet seharian, menunggu waktu pulang kantor. Lha ya gimana, hidup seperti ini memang berat, saya tahu karena saya juga pernah menjalankannya.
Pergi ketika jalanan macet, pulang ketika jalanan macet juga. Sampai di rumah anak-anak sudah tidur semua. Ketika libur weekend, semuanya juga sedang di tempat rekreasi yang sama. Stress 24×7. Bangun pagi dengan perasaan tertekan, membayangkan 3 jam perjalanan menuju ke kantor. Setiap hari Minggu sore mulai depresi, menyadari bahwa besok adalah hari Senin. Sounds familiar ?

Dengan KBH (Kerja Berorientasi Hasil), maka staf kami bisa bebas menentukan hidup seperti apa yang mereka inginkan. Yang tipe kalong, bisa datang jam 5 sore dan pulang jam 9 pagi :)
Ada juga yang bisa menginap berhari-hari ketika di kantor, namun libur di hari Rabu dan Kamis. Ada lagi yang di kantor hanya pada hari Rabu dan Kamis. Ada juga yang belum pernah datang ke kantor sama sekali !

Keuntungan bagi perusahaan juga besar. Ruang kantor kami tidak perlu berukuran raksasa. Jumlah komputer juga tidak perlu banyak - staf kami akan bekerja menggunakan komputer mereka sendiri di rumah dengan senang hati. Staf yang bermotivasi tinggi memungkinkan kami untuk menangani proyek-proyek yang normalnya tidak akan bisa tertangani oleh perusahaan seukuran kami.
Dan ketika target kerja selalu tercapai 100%, (tentu saja!) ini sangat membantu meningkatkan daya saing perusahaan.

Selain itu mudah-mudahan kami juga jadi berkontribusi untuk mengurangi berbagai masalah nasional; staf kami tidak turut menambah kemacetan, kami lebih banyak menggunakan daya listrik ketika beban listrik sedang rendah, akses internet banyak dilakukan ketika traffic internet Indonesia sedang rendah, staf kami meramaikan angkutan umum ketika jam-jam sepi, dan seterusnya.

Masih kecil kontribusi di atas tentunya karena kami juga perusahaan kecil. Akan menjadi lebih signifikan jika Anda juga ikut serta.
Bagaimana, tertarik ?

Tambahan:
Artikel dari NetworkWorld mengenai perusahaan-perusahaan yang sudah mengimplementasi KBH - tantangan berikutnya adalah menjaga semangat teamwork agar tetap tinggi. Ini menjadi perlu diperhatikan ketika sudah pada level seperti IBM, dimana 40% staffnya bekerja dari rumah / mana saja.

Semoga bermanfaat :)